Tampilkan postingan dengan label TNI AL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TNI AL. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Maret 2014

Gudang Amunisi KOPASKA Meledak

TEMPO.CO, Jakarta - Ledakan terjadi di gudang amunisi Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI Angkatan Laut di Pondok Dayung, Pelabuhan Tanjung Priok, Rabu, 5 Maret 2014. Juru bicara Markas Besar TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul membenarkan berita itu.

Menurut Iskandar, setidaknya 25 anggota TNI AL terluka akibat peristiwa itu. Saat ini korban-korban luka tersebut masih dalam proses pendataan di rumah sakit terdekat.

Dia memastikan seluruh korban berasal dari anggota TNI AL. Tidak ada warga sipil yang mengalami luka-luka akibat ledakan gudang amunisi itu.

Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok Kapten Arifin membenarkan bahwa ada ledakan muncul dari arah Pondok Dayung. Kejadian itu, kata dia, sempat mengganggu aktivitas di pelabuhan.

"Tapi tak berpengaruh banyak. Aktivitas hanya terganggu sebentar. Kapal masih bisa keluar masuk ke pelabuhan,"ujarnya.

Arifin mengatakan pihaknya sudah mengirimkan bala bantuan ke arah Pondok Dayung. Tim SAR beserta Pemadam Kebakaran Tanjung Priok juga sudah datang dan mengerahkan personel ke sana.

Kamis, 21 November 2013

KRI Teluk peleng karam



KRI Teluk Peleng-535 karam di Pelabuhan Tanjung Priok. [indo-defense.blogspot.com]
Jakarta -  Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko membenarkan kabar adanya KRI milik TNI Angkatan Laut yang tenggelam sekitar 90 derajat di Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Selasa (19/11), akibat menabrak tonggak cor dermaga pada saat bersandar.

KRI tersebut nyungsep karena keteledoran komandan kapal. Oleh karena itu, sanksi sudah menanti bagi komandan kapal itu, kata Panglima TNI di kantor Badan Intelijen Strategis, Jakarta, Rabu.

"Ada risikonya, biasanya komandan kapalnya akan di-grounded," katanya.

Informasi yang diperoleh, kapal yang tengah bersandar di dermaga pada Senin (18/11) pagi tersebut baru diketahui mengalami kemiringan atau surut badan pada Senin sore, setelah lambung kanan membentur tonggak cor dermaga.

Kemudian, kapal mengalami kemiringan hingga 45 derajat pada malam harinya, hingga akhirnya kapal KRI Teluk Peleng-535 dilaporkan tenggelam pada Selasa (19/11).

Moeldoko mengatakan, rusaknya KRI ini tidak berimbas besar pada kekuatan TNI AL. Peran KRI itu sudah tidak lagi signifikan.

"Itu KRI Eks Jerman. Secara keseluruhan kapal itu memang sudah tidak siginifikan lagi. Kapal itu untuk operasional latihan," katanya.

Kapal bekas Jerman Timur itu dibeli Indonesia pada 1990 dan baru resmi menjadi bagian KRI pada 1993. Kapal itu memiliki berat 1.900 ton, panjang 90,7 meter, dan lebar 11,12 meter.

apal tersebut biasa digunakan untuk mengangkut pasukan, tank amfibi, dan logistik.
berikut ini foto-fotonya: